Sisilsilya's Blog

Oktober 13, 2010

_Tugas Ekonomi Koperasi_ CREDIT UNION

Filed under: _info_ — Chrisilla^Yunisia^de Fretes ``(23209891)`` 3EB17 GUNADARMA @ 10:48 am

Chrisilia Yunisia de Fretes“ 2EB17“23209891

CREDIT UNION

CREDIT UNION

  • Sejarah Credit Union

Credit Union pertama kali didirikan di Jerman pada tahun 1864 oleh Friedrich Wilhelm Raiffeisen. Berdasarkan data dari World Council of Credit Unions, pada akhir tahun 2006 di seluruh dunia ada 46.377 Credit Union tersebar di 97 negara dengan total anggota lebih dari 186 juta orang. Credit Union membangun jaringan mulai dari tingkat lokal, nasional dan internasional sehingga keberadaan Credit Union ini tidak mudah goyah karena saling menopang dan bekerjasama.

Credit Union diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1968 oleh Pater C. Albrecht Karim Arbi, SJ. Saat ini Credit Union berkembang pesat di wilayah Bali, Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

Berikut ini, beberapa Credit Union yang ada di Kalimantan Barat.

  1. Pancur Kasih, berkedudukan di Pontianak dan merupakan Credit Union yang terbesar dari sisi modal.
  2. Lantang Tipo, berkedudukan di Manis Raya, Parindu Kabupaten Sanggau, ini adalah Credit Union tertua.
  3. Semarong, berkedudukan di Sanggau.
  4. Puyang Gana, berkedudukan di Sintang.
  5. Agape, berdudukan di Melawi.

 

  • Pengertian (defenisi) Credit Union

Credit Union berasal dari bahasa Latin, yaitu credere yang artinya percaya. Union/Unus berarti kumpulan. Sehingga Credit Union berarti sekumpulan orang – orang yang saling percaya, dalam suatu ikatan pemersatu yang bersepakat untuk menabungkan uang mereka, sehingga menciptakan modal bersama, untuk dipinjamkan di antara sesama mereka, dengan bunga yang layak, untuk tujuan produktif dan kesejahteraan.

  • Nilai – Nilai Credit Union :

Berikut ini akan dikemukakan nilai – nilai Credit Union, yaitu :

1. menolong diri sendiri

2. bertanggungjawab kepada diri sendiri

3. demokrasi

4. kesetaraan

5. keadilan

6. swadaya

7. solidaritas

  • Prinsip – prinsip Credit Union

Ada 9 Prinsip Penyelenggaraan Credit Union yang dirumuskan dan disepakati dalam Forum Credit Union Internasional I yang diselenggarakan oleh WOCCU pada tanggal 24 Agustus 1984. Prinsip – prinsip Credit Union tersebut, yaitu :

a. Struktur Demokratis

1. Keanggotaan terbuka dan sukarela

Keanggotaan dalam Credit Union bersifat terbuka dan sukarela bagi semua yang berada dalam ikatan pemersatu/wilayah yang bisa mendayagunakan pelayanannya dan mau menerima kewajiban yang mestinya dipenuhi. Dengan kata lain menjadi anggota Credit Union tidak dipaksakan oleh siapa pun dan terbuka bagi semua orang yang bersedia menerima tanggungjawab keanggotaannya tanpa membedakan jenis kelamin,ras, politik maupun agama.

2. Kontrol secara demokratis

Anggota Credit Union mendambakan hak – hak yang sama untuk bersuara (satu anggota satu peran serta di dalam pengambilan keputusan-keputusan Credit Union tanpa dipengaruhi jumlah tabungan, saham, deposito maupun volume usahanya. Hak suara dalam Credit Union menunjang organisasi bisa secara proposional atau representatif sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Credut Union adalah otonom sejauh dalam batas hukum dan peraturan yang menyatakan”Credit Union” sebagai suatu koperasi yang memberikan pelayanan dan di kontrol oleh para anggotanya. Kepengurusan Credit Union yang di pilih adalah para RELAWAN yang seharusnya tidak menerima gaji. Namun demikian, Credit Union bisa mengeluarkan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh para pejabat berkaitan dengan tugasnya.

3. Tidak diskriminatif

Credit Union tidak membeda-bedakan dalam suku, kebangsaan jenis kelamin, agama dan politik.

 

b. Pelayanan Anggota

1. Pelayanan kepada anggota

Pelayanan Credit Union ditujukan untuk meningkatkan ekonomi perikehidupan sosial dari seluruh anggotanya. Dalam pengelolaannya harus mandiri dengan mempertahankan asas: dari, oleh dan untuk anggota.

2. Distribusi kepada Anggota

Mendorong sikap hemat dengan cara menabung dan penyediaan pinjaman serta pelayanan lainnya, tingkat suku bunga yang layak diberikan atas tabungan-saham dan deposito, atas dasar kemampuan Credit Union hasil lebih (surplus) yang diperoleh dari usaha Credit Union setelah penyisihan tingkat cadangan yang sepadan dan pembayaran deviden atas modal saham akan menjadi milik dan didayagunakan secara bermanfaat kepada seluruh anggota tanpa merugikan siapapun diantara anggota. Surplus tersebut bisa dibagikan diantara anggota sebanding transaksinya dengan Credit Union sebagai bunga atau jasa pinjaman atau secara langsung untuk meningkatkan pelayanan tambahan yang minta oleh para anggota. Dengan kata lain balas jasa yang diberikan kepada anggota harus sebanding dengan besarnya modal dimilikinya dan partisipasinya dalam mengembangkan usaha koperasi tersebut.

3. Membangun Stabilitas Keuangan

Perhatian utama Credit Union adalah untuk membangun kekuatan finansial, termasuk pembentukan cadangan yang memadai dan kontrol internal yang memastikan pelayanan yang berkesinambungan tiada akhir bagi para anggotanya.

 

c. Tujuan Sosial

1. Pendidikan yang Terus Menerus.

Credit Union secara aktif mengembangkan pendidikan bagi para anggota, pengurus, dan karyawan dan masyarakat umum tentang ekonomi, sosial, demokrasi dan prinsip-prinsip kerja sama saling membantu dalam Credit Union. Promosi tentang hemat dan penggunaan pinjaman secara bijak serta pendidikan tentang hak-hak dan kewajiban anggota adalah mendasar sekali bagi keseimbangan watak sosial dan ekonomi Credit Union dalam memenuhi kebutuhan para anggota.

2. Kerjasama antar Koperasi

Untuk mewujudkan ketahanan filosofinya dan menggalang keberadaan koperasi, Credit Union secara aktif bekerja sama dengan Credit Union lain, Koperasi lain dan organisasinya pada tingkat lokal, nasional dan internasional dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi anggota dan masyarakatnya. Dengan kata lain dalam meningkatkan pelayanan kepada anggota, koperasi perlu memperkuat jaringan kerjasama baik lokal, nasional maupun internasional.

3. Tanggung Jawab Sosial

Melanjutkan cita-cita dan keyakinan para perintis koperasi, maka Credit Union menjunjung pembangunan manusia dan hubungan sosialnya. Visi keadilan sosialnya mencakup luas pada sisi keanggotaan secara perorangan dan kepada masyarakat lebih luas dimana mereka berkarya dan bertempat tinggal. Cita-cita Credit Union adalah memberikan pelayanan kepada semua yang membutuhkan dan dapat mendayagunakannya. Setiap orang, baik dia seorang anggota ataupun anggota potensial yang adalah bagian dari kepentingan dan perhatian Credit Union. Keputusan-keputusan hendaknya diambil dengan penuh pertimbangan bagi kepentingan masyarakat yang lebih luas di dalam Credit Union dan para anggotanya berada dan hendaknya mempertimbangkan aspek pengembangan masyarakat, sehingga keberadaannya ikut membangun tatanan kehidupan perekonomian masyarakat.

 

 

d. Pilar Credit Union

Dalam usaha mewujudkan, mengangkat dan meningkatkan harkat hidup anggota dan masyarakat sekitarnya, maka Credit Union memiliki 3 (tiga) pilar yang disebut Tiga Pilar Credit Union yaitu :

  • Pendidikan

Kegiatan utama Credit Union dalam meningkatkan harkat hidup manusia yaitu melalui pendidikan anggotanya tujuannya agar anggota dapat mengerti peranserta, hak dan kewajiban sebagai anggota Credit Union, agar lebih rasional dan bijaksana dalam mengatur keuangan rumah tangga, usaha, mengetahui dan memahami laporan keuangan serta perkembangan Credit Union. Dalam Credit Union kita mengenal motto ”dimulai dengan pendidikan, berkembang melalui pendidikan, dikontrol oleh pendidikan dan bergantung kepada pendidikan”. Pengetahuan dan ketrampilan anggota Credit Union baik pria maupun wanita sangat dibutuhkan dalam pengembangan Credit Union.

  • Setia Kawan (Solidaritas)

Credit Union tidak sekedar menghimpun simpanan dan memberi kredit (pinjaman) dari dan kepada anggotanya saja, namun yang paling diutamakan adalah bagaimana setiap anggota Credit Union memperhatikan kepentingan kelompok dari pada kepentingan diri sendiri.

Sebagai anggota Credit Union selalu memotivasi diri agar tidak hanya memikirkan diri sendiri melainkan kepentingan bersama dan harus saling melayani. Setiap insan dan penggerak Credit Union perlu memahami dan menghayati arti dari kerjasama atau setiakawanan (solidaritas).

Bentuk nyata dari berupa contoh dan keteladanan anggota misalnya setiap anggota Credit Union harus selalu ingat akan kewajibannya, antara lain menyimpan atau menabung dengan teratur dan bila meminjam mengangsur pinjamannya dengan tertib sehingga anggota-anggota lain mendapat kesempatan memperoleh bantuan (pinjaman) bila membutuhkan. Anggota Credit Union lebih senang mamberi (menabung) daripada diberi (meminjam), pandangan ini mirip dengan motto : Anda Sulit Saya Bantu, Saya Sulit Anda Bantu! Manabur dulu baru bisa menuai, menabung terlebih dahulu baru memikir meminjam, bantulah terlebih dahulu orang lain sebelum Anda mengharapkan bantuan.

 

  • Swadaya

Credit Union selalu berusaha untuk sedapat mungkin membiayai dirinya sendiri. Agar hal dapat terwujud, penggerak dan anggota Credit Union harus berusaha agar Credit Union-nya semakin besar dan sehat. Kata orang: ”BIG IS BETTER” sebaliknya bukan ”SMALL IS BEAUTIFUL”. Credit Union kecil sulit untuk berbuat besar bahkan sangat riskan terhadap gejolak atau kondisi tertentu.

Untuk mendukung usaha ini, maka partisipasi anggota baik pria maupun wanita sangat diharapkan. Caranya antara lain adalah dengan menabung di Credit Union secara teratur dan sebanyak-banyaknya dan hindari agar tidak menabung ke lembaga lain. Mengapa? Karena Credit Union merupakan milik dari anggota itu sendiri, sedangkan lembaga keuangan lain, pemiliknya hanya segelintir orang, penabung hanyalah sebagai nasabah.

Meningkatkan keswadayaan berarti mengangkat harkat hidup manusia karena tidak harus meminta-minta kepada orang lain. Bila secara riil Credit Union memerlukan dana, maka ada aturan main yang harus ditaati. Untuk mewujudkan keswadayaan ini diperlukan Pilar lain yaitu kependidikan dan solidaritas guna meningkatkan pengetahuan, ketrampilan meningkatkan persatuan dan kerjasama antar anggota Credit Union.

 

e. Jaringan (Struktur Organisasi) Credit Union

Berbicara tentang struktur organisasi Credit Union kita mengenal : GARIS KEKUASAAN : kekuasaan tertinggi berada pada rapat anggota yang melimpahkan kuasanya kepada Pengurus untuk melakukan perencanaan, pendelegasian tugas-tugas operasional kepada staf, dan menjaga aturan main.
WOCCU (World Council Of Credit Unions) : Lembaga Credit Union Tingkat Dunia.

Kedudukan di Medison, Wissconsin, USA.

ACCU (Asean Confederation of Credit Unions) : Lembaga Credit Union tingkat Asia. Kedudukan di Bangkok Thailand.

BK3I (Badan Koordinasi Koperasi Kredit Indonesia) : Lembaga Kredit Union tingkat

Nasional. Sekarang bernama INKOPDIT.

BK3-D (Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah) : Lembaga Credit Union Tingkat

Daerah.

Credit Union : Lembaga Credit Union Tingkat Primer/Lokal.

Anggota Credit Union : Anggota Perorangan.

f. Pelayanan

GARIS PELAYANAN : Pelayanan Keuangan dan Non-Keuangan pada dasarnya berasal dari atas yaitu (untuk Indonesia) : Dari BK3 Daerah yang melangsungkannya kepada Credit Union-Credit Union Primer anggotanya dan akhirnya oleh Credit Union ditujukan kepada para anggota perorangan yang membutuhkannya.

GARIS PELAYANAN :

1. Pelayanan Silang Pinjam

2. Pelayanan Pendidikan / pelatihan

3. Pelayanan Audit dan monitoring

4. Pelayanan Konsultasi Manajemen

5. Pelayanan Daperma / Jalina

6. Badan Hukum

7. Suplai / Publikasi

 

Keunikan dan keistimewaan CU

Keunikan & keistimewaan CU itu antara lain :

  • ada nilai-nilai solidaritas,
  • ada nilai keadilan – dalam arti akurat dalam membagi keuntungan, sesuai dengan yang ditabur dan dituai,
  • ada kesetaraan jender.
  • CU bisa membantu diri sendiri, tetapi harus bertanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain,
  • bersifat swadaya.

Beda CU dengan Lembaga Keuangan lain

  • CU terbuka kepemilikannya bagi siapapun. CU bukan milik pribadi, bukan bisnis perorangan, atau golongan tertentu, berbeda dengan BPR dll.
  • CU didirikan hanya untuk upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang di dalamnya termasuk kepentingan investasi. Seluruh proses pengelolaan organisasi dan keuangan bermuara ke satu tujuan yakni mensejahterakan anggota/masyarakat.
  • CU memiliki jaringan kerja sampai di tingkat internasional
  • CU memiliki produk Asuransi yang memberikan perlindungan terhadap simpanan maupun pinjaman anggota. Seluruh investasi/simpanan dapat dijaminkan oleh asuransi dalam payung DAPERMA.
  • CU juga memberikan bantuan atau dana-dana sosial secara cuma-cuma kepada anggota: dana sosial pendidikan, dll.
  • CU sebagai learning Community menempatkan pendidikan dan pemberdayaan sebagai landasan utama bagi besar dan kuatnya lembaga. Pemberdayaan dilaksanakan dalam bentuk kursus, pendidikan, pelatihan, work shop, seminar-seminar yang modulnya dirumuskan dari kebutuhan-kebutuhan anggota dan lembaga.

 

APA BEDANYA CREDIT UNION DENGAN BANK?

Perbedaan antara Credit Union dengan bank dan lembaga keuangan lainnya terletak dalam hal kepemilikan lembaga Credit Union. Semua anggota yang memiliki simpanan saham di Credit Union adalah pemilik Credit Union dan pengurus Credit Union dipilih dari dan oleh semua anggota secara demokratis dan bukan berdasarkan sedikit atau banyaknya uang yang disimpan di Credit Union. Meskipun berbeda dengan bank, Credit Union memberikan pelayanan seperti yang dilakukan oleh bank-bank pada umumnya seperti melayani anggota untuk menyimpan uangnya, atau melayani pinjaman untuk anggota.

 

KEUNTUNGAN MENJADI ANGGOTA CREDIT UNION?

  1. Menjadi pemilik CU.
  2. Memiliki hak suara atau mengambil keputusan di dalam Rapat Anggota Tahunan.
  3. Memiliki hak untuk memilih dan dipilih menjadi pengurus dan pengawas.
  4. Mendapatkan layanan fasilitas dan jasa yang terbaik seperti : deviden, aneka produkpinjaman dan simpanan, dana-dana sosial, konsultasi keuangan, asistensi bidang usaha, pelatihan-pelatihan bidang keahlian teknis, workshop dan seminar untuk memberdayakan kemampuan kewirausahaan anggota.
  5. SHU atau mendapat bagian dari surplus hasil usaha lembaga.

 

Walau sebagai lembaga Koperasi dengan prinsip dari, oleh, dan untuk anggota (swadaya), Credit Union memiliki Jaringan Kerja atau Struktur Organisasi dengan lembaga yang berada di atasnya. Bila  digambarkan dari bawah yaitu :

ANGGOTA (Perorangan) – CREDIT UNION – PUSKOPDIT/BK3D (Daerah/Wilayah) – INKOPDIT/BK31 (Negara) – ACCU (Regional/Asia) – WOCCU (Dunia).

Untuk Credit Union yang besar masih memiliki jaringan ke bawah yang dikenal dengan nama TP (Tempat Pelayanan/Kantor Cabang) adalah struktur organisasi internal Credit Union Primer.

Jaringan Kerja/Struktur Organisasi inilah yang merupakan kekuatan atau jaminan Credit Union menjadi lembaga keuangan yang kuat dan membedakannya dengan lembaga keuangan/koperasi lainnya.

 

 

REFERENSI

https://cupkasih.cc.cc/pay/200/CREDIT_UNION_PELITA_KASIH_KOBA

cugemarosari.blogspot.com/2009/…/mengenal-koperasi-kredit.html

personfield.web.id/…/creditunion-bantuan-keuangan-masyarakat-kecil.htm

ekonomi.kompasiana.com/group/bisnis/…/bukan-koperasi-biasa/

 

 

 

 

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: