Sisilsilya's Blog

Januari 1, 2012

Tugas Makalah I Individu_Bahasa Indonesia 2_

Filed under: _Tugas_ — Chrisilla^Yunisia^de Fretes ``(23209891)`` 3EB17 GUNADARMA @ 3:31 pm

TUGAS INDIVIDU
MATA KULIAH BAHASA INDONESIA
PEREMPUAN YANG ISTIMEWA DI MATA TUHAN

OLEH

Nama :Chrisilia Yunisia de Fretes
NPM : 23209891
Kelas : 3EB17

FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang karena atas tuntunan-Nya yang telah memberi rahmat dan hikmat-Nya kepada penulis untuk dapat menyelesaikan penulisan ini yang berjudul “PEREMPUAN YANG ISTIMEWA DI MATA TUHAN ” sebagai syarat pemenuhan nilai pada mata kuliah Bahasa Indonesia 2 Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Gunadarma.
Selama penyusunan penulisan ini penulis telah mendapat pengalaman yang sangat berharga dalam berbagai hal. Selain itu dalam penulisan ilmiah ini, penulis juga mendapat berbagai hambatan, akan tetapi berkat bimbingan dan dukungan baik secara moral maupun materi dalam berbagai pihak, akhirnya semua dapat teratasi dengan baik.
Penulis menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan pada penulisan ilmiah ini. Oleh sebab itu penulis dengan senang hati akan menampung dan menerima saran dan kritik yang bersifat membangun untuk menyempurnakan materi dan isi dan penulisan ilmiah ini.
Akhir kata , semoga penulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan pihak lain yang memerlukan.

Bekasi, 29 Oktober 2011
Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

Latar Belakang Masalah

Bagaimana sebenarnya pandangan Tuhan terhadap wanita? Apakah pandangan Tuhan itu sama dengan pandangan beberapa masyarakat yang kurang menghargai wanita dibandingkan dengan pria ? Jawaban yang sesungguhnya adalah Tuhan menciptakan pria dan perempuan serupa menurut gambar-Nya (Kejadian 1:27). Itu berarti wanita tidak lebih rendah daripada laki-laki di hadapan Tuhan. Pria dan wanita memiliki kedudukan dan otoritas yang sama di hadapan-Nya.  

Wanita adalah peanantian menyerahkan dirinya tanpa ragu kepada ke-Tuhan-nan Kristus, menggunakan hari-harinya untuk mempercayai Tuhan dengan iman yang tak tergoyahkan, menunujukan kebajikan dalam kehidupan sehari-harinya, mencintai Tuhan dengan suatu pengabdian yang tidak teralihkan seperti yang dilakukan oleh Rut.

             Dengan hati yang tegu itulah Tuhan menghargai imannya untuk pindah dari semua yang dikenalnya serta memilih suatu perjalanan ke tempat yang sama sekali tidak dikenalnya. Rut tidak mengizinkan teman-temannya, lingkungan lamanya ataupun kepercayaan lamanya untuk menghalanginya meraih masa depan cerah. Masa depan cerahnya yang dimulai dengan pilihan kritisnya yang pertama : Penyerahan tanpa ragu pada Yesus Kristus.

Walaupun iman Rut kepada Allah masih sangat muda, untuk masa depan yang tidak ia lihat dengan matanya, Rut memilih percaya dengan hatinya. Dengan keteguhan iman yang dimiliki oleh Rut inilah akhirnya “Mata Imannya” memimpinnya ke titik tertentu di mana ia akan bertemu dengan pria yang tepat yaitu Boas.

            Di zaman seperti sekarang ini tidak banyak dari kita wanita mau melakukan penyerahan tanpa ragu kepada Yesus Kristus.  Penyerahan tanpa ragu pada Yesus Kristus artinya adalah penyerahan seluruh kehidupan kita seutuhnya kepada Yesus dengan hati dan iman yang teguh serta mengalahkan segala kedagingan kita sebagai manusia.

Tapi ketika  dengan iman yang teguh dengan penuh pengharapan kita menaruh segala persoalan hidup kita, masa depan kita kepada Allah yakin dan percayalah Allah akan memberikan sesuatu yang begitu indah bagi kita yang mungkin tidak pernah terbanyangkan sebelumnya dalam benak kita

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

II.1 Wanita Dengan Penyerahan Tanpa Ragu

                Dalam kitab Rut, seorang janda muda membuat keputusan yang sangat penting. Ia memutuskan untuk meninggalkan bangsanya, negaranya, dan allah-allahnya, karena jiwanya yang haus telah mengecap Allah Israel. Hanya karena satu-satunya Allah yang benar, tanpa mengkhawatirkan  akibatnya dan mengikuti Allah kemana pun Allah memipinnya.

Rut memiliki hati yang teguh seperti yang tercantum pada Kitab Rut 1 : 15-16 : 15Berkatalah Naomi : “Telah pulang iparmu kepada bangsany, dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu.”16 Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau: sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam; bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku”

                 Dengan hati yang tegu itulah Tuhan menghargai imannya untuk pindah dari semua yang dikenalnya serta memilih suatu perjalanan ke tempat yang sama sekali tidak dikenalnya. Rut tidak mengizinkan teman-temannya, lingkungan lamanya ataupun kepercayaan lamanya untuk menghalanginya meraih masa depan cerah. Masa depan cerahnya yang dimulai dengan pilihan kritisnya yang pertama : Penyerahan tanpa ragu pada Yesus Kristus.

                 Di zaman seperti sekarang ini tidak banyak dari kita wanita mau melakukan penyerahan tanpa ragu kepada Yesus Kristus.  Penyerahan tanpa ragu pada Yesus Kristus artinya adalah penyerahan seluruh kehidupan kita seutuhnya kepada Yesus dengan hati dan iman yang teguh serta mengalahkan segala kedagingan kita sebagai manusia. Bukan hal gampang kita sebagai manusia apalagi wanita mengalahkan kedagingan kita, apalagi ada yang mengatakan kalau wanita itu kalahnya di mata, mungkin statement ini  ada betulnya, memang sebab firman Tuhan berkata : pada waktu Hawa melihat, pertama kali yang membuat dia jatuh kedalam dosa, menikmati buah terlarang, itu karena dia melihat, dan begitu dia melihat, dia mengingini dan mengambilnya dan diberikan kepada Adam, sehingga mereka jatuh kedalam dosa. Mata memang menggoda, tetapi saya percaya bukan hanya wanita tetapi laki-laki juga, tapi semua itu berbalik lagi kepada pribadi kita masing-masing khusunya para wanita. Jika kita menyakini bahwa Yesus Kristus adalah Mempelai Pria kita yang sedang kita tunggu-tunggu kedatangannya maka mulai sekarang belajarlah untuk melakukan Penyerahan tanpa ragu kepada DIA.

 

 

II.2. Wanita Yang Beriman

                 Kata “iman” dan  kata kerjanya “percaya” sering muncul dalam Al­kitab, dan memang merupakan istilah penting yang meng­gam­bar­kan hubungan antara umat  atau  seseorang  dengan Allah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa istilah iman dan percaya dalam Alkitab sering mengandung komponen-komponen makna sebagai berikut:

  1. percaya dan menerima bahwa sesuatu itu benar,
  2. mengandalkan/mempercayakan diri
  3. setia, dan
  4. taat.

                 Wanita yang beriman adalah wanita yang dengan keteguhan hati dan keyakinan tanpa ragu melangkah bersama Tuhan dalam setiap aspek kehidupannya. Seperti yang  dilakukan oleh Rut, ketika dia mengambil keputusan untuk mengikuti Naomi tentunya  ia harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa ia akan tetap melajang jika pergi dengan Naomi. Walaupun tidak dijanjikan peluang bersuami, ia tetap memilih ikut dengan Naomi dan Allahnya untuk kembali ke Betlehem. Rut memilih untuk percaya kepada Allah mengenai masa depannya. Ia melihat tidak dengan pandangan fisik, tetapi ia melihat dengan “mata iman”.

                 Walaupun iman Rut kepada Allah masih sangat muda, untuk masa depan yang tidak ia lihat dengan matanya, Rut memilih percaya dengan hatinya. Dengan keteguhan iman yang dimiliki oleh Rut inilah akhirnya “Mata Imannya” memimpinnya ke titik tertentu di mana ia akan bertemu dengan pria yang tepat yaitu Boas. Boas sendiri adalah seorang lajang dan kaya. Di sini kita bisa melihat bahwa apa yang dialami Rut bukanlah semata-mata karena kemampuannya melainkan itu adalah kehendak Allah. Kehendak Allah inilah yang membawa Rut bertemu dengan Boas. Karena keteguhan iman dan pengharapan yang Rut letakkan kepada Allahlah akhirnya Allah membawa ia kesebuah masa depan yang menjanjikan.

                 Kadangkala kita sebagai manusia sering mengabaikan iman kita ketika kita berhadapan dengan sebuaha MASALAH kehidupan yang begitu berat sehingga kita melepas pengharapan kita kepada Allah yang justru merupakan KUNCI untuk meyelesaikan segala persoalan atau permasalahan hidup kita . Terkhusunya kita sebagai wanita apalagi wanita yang sudah berumahtangga kadangkala di perhadapkan dengan persoalan rumah tangga yang tidak ada habisnya entah masalah dengan suami, dengan mertua maupun dengan anak. Ketiak dihadapkan dengan persoalan seperti ini dan sudah tidak ada jalan keluar kadangkala ada persungutan yang dilontarkan oleh kita misalnya saja “Tuhan saya capek hadapin persoalan rumah tangga saya!!” yah mungkin di antara para wanita yang sudah berumahtangga pernah melontarkan kalimat tersebut dan ketika kalimat tersebut dilontarkan tentu saja otomastis IMAN kita sebagai anak Tuhan, IMAN kita sebagai seorang RUT dipertanyakan??!!…

                 Untuk itulah kita sebagai kaum hawa, sebagai Wanita yang sudah berumahtangga maupun belum satu hal yang harus kita ingat dan tanamkan selalu dalam benak kita bahwa Allah itu SUMBER PENGHARAPAN!! Ketika  dengan iman yang teguh dengan penuh pengharapan kita menaruh segala persoalan hidup kita, masa depan kita kepada Allah yakin dan percayalah Allah akan memberikan sesuatu yang begitu indah bagi kita yang mungkin tidak pernah terbanyangkan sebelumnya dalam benak kita. Seperti yang tertulis dalam Ibarni 11 ayat 1 yang berbunyi “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang kita lihat”.

 

 

 

II.3. Wanita Yang Penuh dengan Kebajikan

               Objek terindah dan paling mahal dalam kehidupan lahir dari kesakitan dan iritasi –mutiara. Seperti tiram, Rut mengalami banyak iritasi atau pencobaan dalam kehidupannya yang masih muda. Ia berduka atas kematian ayah mertuanya dan suaminya. Ia dengan berani menghadapi gelora perubahan dalam arah hidupnya.

Pencobaan yang dialami Rut bukanlah cobaan khidupan yang mudah, tapi sekali lagi dengan keteguhan hati dan iman Rut membuktikan bahwa ia bisa menghadapi pencobaan hidup yang ia alami.

               Kalau sebelum Tuhan memberikan pencobaan kepada kita terlebih dahulu DIA memberikan pertanyaan “Kamu mau Saya berikan pencobaan yang sulit atau yang gampang??” wah tentunya yang kita pilih pastinya pencobaan yang gampang, pencobaan yang bisa diatasi dengan cepat, tapi sayangnya Tuhan tidak mungkin bertanya saat DIA memberikan pencobaan dalam kehidupan kita.

Satu hal yang harus kita ketahui bahwa ketika Tuhan memberikan pencobaan kepada kita seberat apapun persoalan yang DIA berikan itu berarti DIA tahu kemampuan dan kapasitas kemampuan kita dalam menghadapi persoalan hidup kita.

               Apalagi sebagai wanita jangan pernah kita menyerah dan merasa lemah bahkan merasa tidak mampu lagi menghadapi pencobaan yang diberikan Tuhan kepada kita.  Yang harus kita lakukan adalah bersabar, bertekun dalam doa, dan andalkan Tuhan selalu karena itulah yang diinginkan Tuhan. Ketika kita bisa menempatkan diri kita sebagai wanita yang bijak, wanita yang penuh dengan karakter kehidupan yang baik  seperti yang tertera dalan kitab Galatia 5:22-23 yang berbunyi “22Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,23 kelemahlembutan,penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang tetntang hal itu.”maka Mempelai Pria kita di sorga tersenyum melihat apa yang kita lakukan.

II.4. Wanita Yang Penuh dengan Keyakinan

Kitab Rut tidak hanya memberikan kisah Wanita dalam penantian tetapi juga profil Sang Pria Pujaan. Pilihan Rut untuk menantikan yang terbaik dari Allah berakibat pada penyatuannya dengan seorang Boas dan bukan seorang Bodoh. Rut tidak hanya menikah dengan seoarang pria yang adalah “Pilar Kekuatan” tetapi ia juga diberikan dengan hak istimewa melahirkan seorang anak laki-laki.

               Pilihan Rut yang bijak membuat ia mengalami kebaikan Allah yang melimpah. Rut tidak mengizinkan pengaruh-pengaruh masa lalu dari budaya kafir membuatnya tidak menetapkan standar baru. Ia juga tidak mengzinkan budaya kafir itu mencegahnya mengambil keputusan yang bijak bagi kehidupannya yaitu keputusan untuk memuliakan Allah. Rut bisa saja membiarkan dirinya tetap berada dalam siklus destruktif keluarganya yang bertentanga dengan standar Allah. Dia dapat saja menyerah dan tidak lagi menjalani gaya hidupnya yang saleh karena ia berasumsi bahwa ia dikutuk sebagai “barang-barang rusak”. Tetapi dia tidak melakukannya. Sebaliknya ia memilih untuk memutuskan siklus dosa keluarganya dan mendirikan satu siklus baru yang ilahi.

Yah disini kita bisa lihat bahwa Rut memiliki keyakinan yang begitu besar kepada Allah.  Keyakinan seperti yang dimiliki oleh Rutlah yang selalu Allah harapkan dari kita sebagai mempelai wanita-Nya yaitu sebuah keyakinan yang teguh,dan  keyakinan yang kokoh. Sebab dari keyakinan itulah kita bisa memperoleh berkat dari Sumber Segala Berkat yaitu Allah.

BAB III

PENUTUP

III.1 KESIMPULAN DAN SARAN

Pada zaman yang penuh godaan seperti ini bukanlah hal gampang untuk kita para wanita bisa menajadi sosok mempelai wanita yang sesuai dengan kehendak mempelai pria kita di sorga yaitu Yesus Kristus.

Secara manusia yang mempunyai kedagingan duniawi yang begitu besar bukanlah hal gampang untuk kita dapat memliliki iman yang tak tergoyahkan, menunjukan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari, mencintai Tuhan dengan suatu pengabdian yang tidak teralihkan dan dengan sabar menunggu Tuhan memenuhi kebutuhan kita.

         Tapi jika kita sebagai wanita siap menjadi mempelai wanita untuk Tuhan, kita harus bisa untuk melakukan apa yang diinginkan Tuhan . Tuhan begitu mengasihi kita, DIA tidak ingin kita sebagai wanita memiliki pola hidup yang jauh dari sabda firman-Nya. Tuhan akan sangat bangga kepada kita jika kita mau wanita mau hidup sebagai Rut-rut di zaman era modern sekarang ini.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://gsjakemuliaan.blogspot.com/2009/07/jagalah-mata-kita.html

http://www.bcs.org.sg/index.php?option=com_content&view=article&id=221:perempuan-istimewa-di-mata-tuhan&catid=42:Library%20Referen

http://wanita.sabda.org/perempuan_dan_nilai_nilai_kebenarannya

Jackie Kendall dan Debbie Jones.2005.Lady in Waiting Study Guide.Bandung:

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: