Sisilsilya's Blog

Juni 6, 2012

Bahasa Inggris Bisnis 2_Artikel_Jawaban Rossi Mengapa Stoner Bisa Juara Dunia dengan Ducati

Filed under: _Tugas_ — Chrisilla^Yunisia^de Fretes ``(23209891)`` 3EB17 GUNADARMA @ 5:14 pm

^Chrisilla Yunisia de Fretes_23209891_3EB17^

 

Jawaban Rossi Mengapa Stoner Bisa Juara Dunia dengan Ducati

| Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Kamis, 12 April 2012 | 23:09 WIB

Pembalap Ducati, Valentino Rossi

KOMPAS.com — Valentino Rossi mengawali musim 2012 ini dengan hasil yang sangat tidak memuaskan. Meskipun demikian, “The Doctor” mengatakan bahwa dirinya tak kehilangan kepercayaan diri. Dia hanya meminta Ducati untuk segera mengatasi persoalan yang dihadapi sehingga para pebalapnya bisa lebih kompetitif.

Ducati sudah membuat banyak perubahan pada Desmosedici GP12 demi mengembalikan kejayaan Rossi, yang pada musim lalu mencapai rekor terburuk sepanjang kariernya selama 15 tahun di arena grand prix karena tak bisa meraih kemenangan. Akan tetapi, hasil yang diraih jauh dari harapan karena pada seri pembuka di Qatar pada Minggu (8/4/2012), juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut finis di urutan ke-10

Kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan rekan setimnya, Nicky Hayden, yang finis di urutan keenam. Bahkan, juara dunia sembilan kali grand prix ini pun kalah dari pebalap tim satelit Ducati Pramac, Hector Barbera, yang satu setrip di depannya.

Tak heran jika mulai muncul keraguan mengenai kemampuan. Tetapi, Rossi justru merasa yakin masih bisa bangkit, dan semuanya tergantung kepada Ducati untuk memecahkan persoalan yang dihadapi.

 “Umur menghukum Anda, itu benar. Tetapi, tahun yang sulit tidak membuat Anda lupa bagaimana untuk tetap dengan paket terdepan. Menurut pendapat saya, saya masih tahu bagaimana melakukannya,” ujar Rossi kepada Motosprint.

 “Ini sangat jelas siapa yang membuat motor kami: (Filippo) Preziosi adalah bos dan otak di balik segalanya. Terserah dia untuk membantu kami.”

 “Masalah kami sangat jelas: apa yang tidak bekerja di bagian belakang, pada percepatan, menurut saya datang dari depan, dan penyebabnya understeering.”

 “Saat masuk tikungan, karena sesuatu yang kami tidak tahu, bagian depan tidak memungkinkan Anda untuk belok dengan kencang. Understeering menjadi masalah terbesar.”

 “Yang luar biasa adalah bahwa karakteristik ini mirip dengan semua Ducati yang saya naik sejak 2010: apakah itu versi tanpa sasis, atau yang menggunakan serat karbon bagian depan, atau dengan aluminium, atau dengan yang full sasis…. Semuanya tidak pernah berubah, itu luar biasa.”

 “Mesin juga menjadi masalah lain yang sangat penting. Kami membutuhkan mesin yang lebih mudah dikelola: mesin kami sangat agresif, lebih dari milik Honda dan lebih lagi daripada Yamaha.”

 Ditanya mengenai perbandingan dengan Casey Stoner, yang meraih 23 kemenangan dan satu kali juara dunia dengan Ducati (pada 2007), Rossi mengatakan bahwa pebalap Australia tersebut telah beradaptasi karena sudah berkembang dengan tim.

 “Dia (Stoner) memiliki gaya membalap yang sangat aneh dan dia juga muda pada tahun 2007. Jadi, lebih mudah baginya untuk beradaptasi dengan Ducati,” jelas Rossi.

 “Dia berkembang dengan Ducati, jadi dia harus berterima kasih kepada Ducati. Jika dia telah belajar untuk menunggang dengan cara dia melakukannya sekarang, itu karena dia bertumbuh dengan motor ini, yang mana jika Anda tidak menunggangnya dalam cara tertentu, Anda mengalami kekacauan.”

 Rossi mengatakan, dirinya berharap untuk tetap bersama Ducati selama dua tahun lagi. Akan tetapi, performanya yang sekarang memunculkan pertanyaan apakah bisa mewujudkan ambisinya.

 “Saya datang ke sini pada akhir tahun 2010 dengan ide balap selama dua tahun dan mencoba untuk menang bersama Ducati, tetapi sulit. Selain itu, saya ingin tinggal dua tahun lagi,” tambahnya.

 “Jika kami bekerja dengan baik, maka kami mampu bertarung untuk merebut tempat kelima atau keenam. Saya tidak senang dengan itu: jika Anda harus berjuang untuk tempat kelima kemudian sedikit demi sedikit Anda kehilangan antusiasme.”

 “Dengan balap cara ini, Anda kehilangan selera membalap. Selain ego, ketika Anda tahu Anda berada di trek dan Anda secara reguler akan dikalahkan, itu akan sulit. Dan, jika Anda tidak menikmatinya lagi ketika berada di trek, segalanya bahkan lebih berat.”

“Kami perlu mencoba semuanya secara bersama-sama untuk melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk sampai pada akhir tahun dengan motor yang jauh lebih baik. Ini akan menjadi hal terbaik karena akan memecahkan banyak masalah.”

Sumber=>http://olahraga.kompas.com/read/2012/04/12/23095750/Jawaban.Rossi.Mengapa.Stoner.Bisa.Juara.Dunia.dengan.Ducati

  COMMENT :   Indeed Valentino Rossi last season since joining Ducati, he did not give a satisfactory performance for his team, during the 2011 season Rossi on the podium only once and that too with the third. Indeed a sad enough that Valentino Rossi has won seven times MotoGP world champion does not provide a meaningful victory for Ducati team. Rossi since joining Ducati racing accomplishments are dim and maybe almost half the people who follow the MotoGP have thought that a career will end Valentino Rossi, Valentino Rossi but not his name if he did not know what to do to regain the glory days when not with Ducati. Rossi is a world champion with the nickname THE DOCTOR, he has the skills to bring a very good bike, and he not only knew riding his bike ride with the number 46 but he also knows what changes should be made to the bike Desmosedici GP12, because when Valentino Rossi joins a by Ducati and not give a satisfactory result for the team, fans, or people themselves are not the main problem lies in the skill in riding a bike Rossi but the problem lies in the motor machine, so changes made by change order Rossi riding his Ducati team can compete perfectly with engine from Honda or Yamaha. and changes after changes were made to the bike was finally able to produce good results when the 2012 season rather successful week of 20 May 2012 to fill finish second at Le Mans Circuit, after a duel with Casey Stoner on lap-laps competing for the position The second and the success obtained in the Circuit Rossi Le mans all it is the result of hard work he and his Ducati team and the confidence which he has always invested in him.


Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: