Sisilsilya's Blog

April 28, 2013

Tugas Sotfskill Akuntansi Internasional

Filed under: _Tugas_ — Chrisilla^Yunisia^de Fretes ``(23209891)`` 3EB17 GUNADARMA @ 4:02 pm

Chrisilla Yunisia de Fretes, 23209891, 4EB17

Bab 1 Pendahuluan

Bab 8 Auditing (8.2 Jasa Audit dan Tantangan Auditing Internasional)

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Akuntansi : Sebuah Bahasa Bisnis

            Dilihat dari perspektif pelaksana, akuntansi merupakan alat untuk menyampaikan informasi keuangan dari sebuah entitas usaha yang melakukan kegiatan bisnis. Dilihat dari prespektif pemakai, dengan akuntansi dapat diperoleh informasi keuangan yang dibutuhkan. jadi, akuntansi merupakan alat komunksi. Oleh karena itu, akuntansi disebut bahasa bisnis. Bahasa dapat dipelajari; demikian pula akuntansi dapat, dan perlu dipelajari agar dapat terjadi komunikasi bisnis antar pihak-pihak yang berkepentingan.

            Seperti halnya dengan tugas untuk mempelajari sebuah bahasa baru, mempelajari akuntansi dipersulit dengan kenyataan bahwa kosa kata yang digunakan di dalam akuntansi yang mempunyai arti yang hamper sama tetapi tidak sepenuhnya sama dengan arti kosakata yang digunakan sehari-hari.

            Bahasa berkembang sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, demikian juga akuntansi. Semakin kompleks dunia bisnis dan keuangan, semakin kompleks pula informasi keuangannya.

1.2 Akuntansi Keuangan dan  Akuntansi Manajemen

            Embrio akuntansi yang ada sekarang ini sudah ada sejak abad ke 13 di italia yang kala itu merupakan kota perdagangan yang maju. Menurut Littleton, munculnya embrio tersebut disebabkan karena telah terpenuhinya persyaratan-persyaratan yang diperlukan. persyaratan pertama yaitu “bahan” (yang merupakan sesuatu yang perlu dikerjakan ulang) dan bahasa (medium untuk mengekspresikan bahan tersebut).

            Pada saat itu, akuntansi memang merupakan sumber informasi mengenai sebuah perusahaan, tetapi akuntansinya terutama hanya berkenaan dengan kegiatan pemerolehan dan pelepasan barang dagangan. Ini disebabkan karena dunia bisnis pada saat itu belum begitu berkembang. Perkembangan bisnis selanjutnya diwarnai dengan pemisahan antar fungsi kepemilikan dan fungsi pengelolaan. Pada tahap ini mulai terjadi 2 kelompok pemakai laporan keuangan yaitu manajemen, sebagai pihak internal perusahaan, dan pihak eksternal yang antara lain terdiri dari investor dan kreditor. Manajemen memerlukan informasi akuntansi sehubungan dengan fungsi manajerialnya sedangkan pemakai eksternal menggunakannya sesuai dengan kepentingannya masing-masing yang tidak terkait dengan fungsi manajemen. Oleh karena itu, timbul 2 tipe akuntansi,yaitu akuntansi manajemen yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan dan pengendalian serta pengambilan keputusan terkait dengan operasi perusahaan, dan akuntansi keuangan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemakai eksternal akan informasi keuangan yang terkait dengan  perusahaan yang bersangkutan.

            Masing-masing tipe akuntansi tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. salah satu perbedaan tersebut adalah bahwa akuntansi keuangan memerlukan regulasi atau standar, sementara akuntansi manajemen tidak memerlukan. Standar atau regulasi akuntansi diperlukan agar informasi yang dihasilkan tidak bias dan ambigu. Bias berarti bahwa terjadi ketidaksesuaian antara informasi dan substansinya sementara ambigu berarti bahwa informasi tersebut tidak mempunyai makna ganda sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

1.3 Perkembangan Praktik Akuntansi

            Praktik akuntansi terus berubah, sesuai dengan kebutuhan baik kebutuhan pelaksana akuntansi (sebagai penyedia informasi) maupun kebutuhan penerima atau pencari informasi tersebut. Diversitas akuntansi yang merupakan rintangan terhadap globalisasi bisnis dan arus dana sudah dirasakan sejak tahun 1960-an. Untuk mengikis diversitas tersebut, organisasi-organisasi profesi akuntansi di dunia membentuk International Accounting Standards Commite (IASC) pada tahun 1973, yang pada tahun 2000 direstrukturasi menjadi International Accounting Standards Board (IASB). Organisasi internasional ini bertugas untuk mengikis diversitas atau keragaman akuntansi dengan menerbitkan standar-standar akuntansi internasional yang diharapkan, idealnya, akan diadopsi oleh semua Negara di dunia.

            Tujuan didirikannya IASB adalah membuat serangkaian regulasi akuntansi yang menghasilkan akuntansi yang dapat berfungsi sebagai sebuah bahasa bisnis yang komunikatif secara internasional sehingga transaksi bisnis lintas batas dapat berjalan dengan baik, yang akan terlaksana kalau akuntansi yang didasarkan pada regulasi atau standar-standar tersebut mampu menghasilkan informasi keuangan yang komparabel.

1.4 Diversitas Akuntansi

            Akuntansi suatu yurisdiksi atau Negara berbeda dengan akuntansi yurisdiksi atau Negara lain, sesuai dengan faktor-faktor penyebab yang terdapat pada masing-masing yurisdiksi. Berikut ini uraian mengenai diversitas akuntansi

1.4.1  Pengukuran Aset dan Kewajiban

            Para akuntan masih mengukur sebagian besar aset bisnis dunia atas dasar biaya-biaya historis (hystorical cost). Namun konsep pengukuran ini tidak diaplikasi secara murni. Aplikasi pengukuran biaya-biaya sekarang (current cost) mungkin akan segera menggantikan, atau paling tidak mendominasi, biaya historis (hystorical cost) dalam praktik-praktik akuntansi. Yang telah dapat dilihat pada awal abad ini adalah pada international financial reporting standards (IFRS) yang diterbitkan oleh IASB. IFRS, yang lebih banyak menggunakan fair value, telah menggusur pilihan terhadap PABU AS yang banyak menggunakan biaya- biaya hsitoris.

            Di Amerika Selatan, definisi aset termasuk kerugian-kerugian yang timbul karena memiliki utang dalam satuan valuta asing. Di negara-negara Eropa Kontinental , mungkin tidak meliputi berbagai tipe sewa guna usaha, tax loss carry-forwards, atau kepemilikan ekonomi oleh induk perusahaan terhadap perusahaan-perusahaan afiliasi. Ketika perekonomian di Eropa Timur telah biasa diakses oleh perusahan-perusahaan binis Barat, banyak orang berfikir bahwa aset-aset penting tersedia di Eropa Timur dengan harga yang murah. Anggapan ini terbukti salah setelah mereka mempertimbangkan keusangan teknik atas pabrik dan peralatan, efisiensi sistem, tingkat produktivitas pekerja, dan polusi.

            Demikian juga konsep-konsep kewajiban yang diaplikasi suatu negara berbeda dengan yang diaplikasi negara lain. Akuntansi bagi pajak penghasilan merupakan sebuah contoh. Di Argentina misalnya kewajiban pajak penghasilan tidak diakrualkan dan dicatat berdasarkan basis kas saja. Di Swiss, pencatatan akrual periodic terjadi tanpa pengakuan terhadap kewajiban pajak penghasilan yang ditangguhkan (deffered income taxes). Kewajiban-kewajiban ditangguhkan dapat memerlukan beberapa metode alokasi berbeda. Di Belanda, nilai pajak penghasilan yang ditangguhkan kadang-kadang merupakan nilai yang didiskonto.

1.4.2 Penentuan Modal dan Laba Periodik

            Di negara-negara code law, perbedaan antara laba buku dan laba pajak tidak signifikan, dan laporan laba-rugi disini sebenarnya merupakan laporan berbasis pajak. Fakta ini jarang diungkapkan secara langsung sehingga menyebabkan kesulitan yang substansial dalam analisis laporan laba rugi oleh negara lain.

            Persyaratan-persyaratan hukum jelas mencampuri praktik akuntansi bagi transaksi-transaksi modal investasi. Misalnya, beberapa negara memiliki nominal yang seragam bagi kelas saham tertentu, negara lain menetapkan denominasi nilai yang berbeda bagi kelas saham tertentu dan  negara lainnya lagi malah tidak membolehkan saham-saham bernilai nominal. Selain itu, terdapat banyak variasi dalam prinsip-prinsip yang mengatur akuntansi bagi distribusi saham ( di AS terminology Amerika Utara, dividen saham dan stock spilt), rencana opsi saham, dan transaksi-transaksi treasury stock.  Laba per lembar saham (EPS) tidak memiliki arti di Jerman karena sebagian besar nilai nominal saham biasa berbeda dengan nilai per lembar saham dalam denominasi- Mark Jerman.  Distribui sejumlah kecil saham yang dibebankan pada laba ditahan dengan nilai ekivalen nilai pasar merupakan prkatik yang khas di AS.  Tidak dapat diragukan, praktik ini berasal dari keprihatinan terhadap potensi penyalahgunaan mekanisme deviden saham, karena pemakaian nilai pasar akan membatasi kemungkinan distribusi saham, khususnya jika di sana terdapat nilai nominal resmi yang amat kecil dibandingkan nilai pasar yang berlaku.

            Hubungan antara aset dan kewajiban dengan penentuan laba periodik tentu saja menimbulkan efek resprokal. Biasanya overstatement atau understatement aset atau kewajiban dilaksanakan melalui inklusi atau ekslusi laporan laba-rugi yang bersangkutan.  Namun harus juga dicatat bahwa terdapat banyak variasi procedural yang lebih kecil. Misalnya, goodwill  yang dibeli boleh diamortisasi di AS selama 40 tahun, sedangkan di Jerman maksimum 5 tahun. Di beberapa negara bagian, misalnya Irlandia, Australia, Inggris, Peru dan Selandia Baru goodwill secara umum tidak diamortisasi sama sekali.

1.5 Peran Akuntansi

            Peran akuntansi berbeda antar negara. Perbedaan peran ini dapat mempengaruhi orientasi dan kandungan informasi laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan di masing-masing negara, yang selanjutnya akan mempengaruhi cara interpretasi dan penggunaan laporan keuangan tersebut. Pasar modal domestic mungkin mempunyai dampak yang halus tetapi luas dan kekal terhadap perkembangan akuntansi di suatu negara. Tetapi akuntansi bukan hanya dipengaruhi melainkan juga mempengaruhi pasar modal domestik.

            Akuntansi keuangan merupakan pusat dari proses alokasi sumber-sumber keuangan di pasar modal. Pada sector non-sekuritas, akun-akun keuangan memberikan basis yang penting bagi keputusan pemberian pinjaman untuk memberikan informasi keuangan rinci sebagai bagian dari proses pemberian pinjaman untuk mengevaluasi risiko kredit relative calon peminjam atau peminjam lama. Sebaliknya, laporan keuangan adalah penting bagi terlaksananya pengawasan yang memdai yang dilaksanakan oleh bank dan institusi keuangan lain.

            Bukti menunjukkan bahwa laporan akuntansi adalah relevan dengan keputusan yang diambil oleh investor dalam pembelian atau penjualan saham. Arti penting laporan akuntansi bagi para investor telah ditunjukkan oleh penelitian-penelitian terhadap para pemakai laporan keuangan dibanyak negara. Juga terdapat bukti secara anekdot bahwa setiap kali harga saham perusahaan akan turun jika reliabilitas (kehandalan) laporan keuangannya diragukan.

1.6 Korporasi Multinasional dan Keterlibatannya Dalam Bisnis Internasional

Akuntansi internasional terutama diperlukan oleh pasar modal yang telah mengglobal dan perusahaan yang bisnisnya mengglobal. Perusahaan yang paling rendah tingkat globalisasi bisnisnya adalah perusahaan yang mempunyai transaksi utang- piutang dalam valuta asing (valas), sementara yang tingkat globalisasinya paling tinggi adalah korporasi multinasional.

            Kemampuan korporasi dalam menggunakan factor-faktor produksi yang tersedia secara global merupakan factor-faktor yang jauh lebih penting dalam pembentukan daya saing internasioanal daripada perbedaan makroekonomi anatar Negara.

1.7  Pengertian Akuntansi Internasional

Ada 2 tipe akuntansi yaitu akuntansi keuangan dana akuntansi manajemen. Tujuan akuntansi manajemen adalah untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan manajemen , yang merupakan pihak internal perusahaan, di dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan perusahaan.

            Akuntansi internasional mencangkup akuntansi keuangan dan akuntansi m,anajemen. Ini berarti akuntansi internasioanl bukan merupakan tipe akuntantasi tersendiri serupa dengan akuntansi sector public, yang juga mnecangkup akuntansi keuangan dan akuntansu manajemen dan diterapkan untuk institusi-institusi layanan publik.

            Akuntansi internasional dituntut untuk mampu melaporkan transaksi bisnis lintas batas dan menyusun laporan keuangan konsolidasian dari sejumlah entitas bisnis yang secara yuridis formal masing-masing berdiri sendiri-sendiri.

            Dalam dimensi internasioanal, pelaporan kepada pihak luar menjadi bertambah kompleks, penybabnya adalah :

1)      Nilai mata uang masing-masing Negara yang berbeda-beda

2)      Perbendaan akuntansi yang digunakan oleh masing- masing entitas bisnis yang berada diberbagai Negara atau yurisdiksi yang berbeda-beda.

Akuntansi manajemen berkenaan dengan penyediaan informasi untuk membantu manajemen dalan mengoperasikan perusahaan yang telah ditetapkan. Terutama pada perusahaan pencari laba, akuntansi manajemen berfokus pada upaya efisiensi yang berupa :

1)      Pemanfaatan secara maksimal fasilitas perusahaan.

2)      Minimisasi pajak

1.8  Lingkup Akuntansi Internasional dan Organisasi Buku Ini

            Mempelajari akuntansi adalah mempelajari bagaimana mencatat dan melaporkan transaksi-transaksi keuangan serta bagaimana menginterpretasi dan menganalisis laporan keuangan. Akuntansi internasional adalah akuntansi yang mempunyai perspektif internasional. Dalam perspektif internasional, akuntansi berkenaan dengan diversitas akuntansi dan keragaman yurisdiksi. Diversitas akuntansi merupakan problem yang telah, sedang, dan akan terus diupayakan solusinya.

 

 BAB 8

AUDITING

 

8.2 Jasa Audit dan Tantangan Auditing Internasional

            Jasa yang diberikan oleh kantor audit global meliputi :

  1. jasa audit/atestasi dan jasa penjaminan (assurance)
  2. konsultasi pajak dan jasa pelaksanaan (compliance service)
  3. jasa konsultasi manajemen.

            Jasa-jasa yang diberikan ini pada dasarnya sama dengan yang diberikan kepada perusahaan domestik. Yang membedakan hanyalah bahwa untuk perusahaan multinasional, fungsi-fungsi tersebut lebih kompleks dan potensi lokasi auditnya lebih banyak. Procter and  Gambler beroperasi di 140 negara yang masing-masing mempunyai pajak, valuta, dan aturan pelaporan yang berbeda. Para auditor Procter and Gambler harus memeriksa operasi mereka pada masing-masing negara tersebut, dan juga mengarsipkan kembalian pajak yang terjadi. Mereka juga harus menyusun return kosolidasian di kantor pusatnya di AS.

            Walaupun pertanggungjawaban audit untuk operasi internasional serupa dengan pertanggungjawaban audit untuk operasi domestik, kebijakan konvensional menyatakan eksistensi sejumlah tantangan khusus pada operasi internasional, seperti misalnya praktik akuntansi local, valas, praktik bisnis dan hukum setempat, adat dan bahasa, serta jarak.

            Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh kantor-kantor audit “Big Six”, para pakar audit MNC menyatakan bahwa risiko-risiko berikut ini paling berpengaruh dalam menentukan lingkup audit multinasional :

  1. Transaksi-transaksi yang signifikan atau tidak biasa yang terjadi di perusahaan anak
  2. Ukuran oerusahaan anak (yang dinyatakan dalam pendapatan,laba bersih, atau aktiva)
  3. Perubahan besar yang terjadi di perusahaan anak
  4. Dugaan komite audit
  5. Kompetensi personalia akuntansi perusahaan

Yang menarik adalah hasil survey tersebut menyatakan bahwa para auditor perusahaan multinasional (MNC) terutama menangani risiko-risiko yang sama dengan yang dihadapi audit domestik. Tidak satupun dari kelima risiko tersebut yang bersifat spesifik bagi MNC. Ini menyiratkan bahwa secara umum faktor-faktor risiko audit domestic sama dengan faktor-faktor audit MNC.

8.2.1 Kebiasaan dan Praktik Akuntansi Lokal

            Kebiasaan dan praktik bisnis local dapat menimbulkan gangguan-gangguan mulai dari yang hanya sekedar konfirmasi tentang apa yang telah terjadi, sampai dengan yang terkait dengan penaksiran risiko masa mendatang.

            Pada banyak kasus, surat konfirmasi harus diterjemahkan dalam sebuah bahasa lain. Mengharapkan pelanggan mengembalikan konfirmasi merupakan sebuah tantangan yang lain, karena pelanggan asing kurang berpengalaman dengan konfirmasi. Mungkin bukan kebiasaan bagi para auditor lokal untuk mengirimkan konfirmasi atas piutang usaha atau bahkan untuk mengkonfirmasi saldo bank akhir tahun. Pada pasar berkembang di mana jarang terdapat staf yang cakap, konfirmasi audit sering dipandang sebagai suatu gangguan dan ditanggapi dengan kecurigaan.  Ini terutama terjadi di sejumlah negara di mana auditor harus membuat laporan kepada pemerintah tanpa harus memberitahu kepada nasabah.

8.2.2 Valas

            Auditor harus memahami pembatasan (retriksi) valas dan persyaratan transfer untuk masing-masing negara di mana auditor tersebut bekerja. Di samping itu, auditor harus memahami prosedur perusahaan dalam mentranslasi laporan keuangan serta pencatatan transaksi valas sedemikian sehingga dalam valutanya sendiri dapat disusun dengan tepat. Manajemen harus menentukan apakah pilihan tersebut didasarkan atas kriteria yang benar, dengan menggunakan standar akuntansi yang tepat.

8.2.3 Budaya dan Bahasa

            Ketidak-tahuan mengenai bahasa setempat dapat merupakan kekurangan yang fatal ketika auditor menghadapi personalia dengan dwibahasa. Jika hanya mengandalkan penerjemah, auditor tidak akan memperoleh cerita yang lengkap. Di banyak negara, laporan keuagan harus dinyatakan dalam valuta dan bahasa local, sehingga pengetahuan mengenai bahasa local tersebut adalah penting. Kadang-kadang dengan memahami bahasa setempat dapat bermanfaat untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, dua orang auditor anak perusahaan di Brasil dari sebuah perusahaan energy multinasional yang besar mengetahui bahwa seorang agen pembelian mengendarai sebuah mobil mewah.  Karena kedua auditor tersebut berbicara dalam bahasa local, mereka dapat mendatangi rumah agen tersebut dan berbicara degan ayahnya dan mengetahui bahwa age tersebut memperoleh komisi 5% untuk semua pembelian yang ia lakukan untuk perusahaan.

8.2.4 Interaksi Negara Asal Dengan Undang-undang Lokal

            Negara asal kadang-kadang mempunyai undang-undang yang meluas ke perusahaan-perusahaan anak domestic yang beroperasi di luar negeri. Undang-undang ini mungkin berbeda atau bahkan bertentangan dengan undang-undang negara tuan rumah. Contohnya meliputi boikot dalam melakukan bisnis dengan negara-negara tertentu atau legilasi anti boikot di mana auditor harys menengaskan bahwa tidak ada satupun negara yang didiskriminasi.

8.2.5 Jarak

            Untuk mengaudit sebuah perusahaan multinasional yang besar, auditor mengalami kesulitan waktu. Sebagai contoh, Coca-Cola yang basis perusahaannya berada di Atlanta, Georgia, beropreasi disegala penjuru dunia. Kantor akuntan yang mengauditnya, Ersnt & Young, juga mempunyai kantor di Atlanta yang bertanggungjawab terhadap audit tersebut. Salah satu patner di kantor Atlanta diserahi tugas memimpin audit terhadap coca- cola diseluruh dunia. Patner tersebut menentukan lingkup (scope) audit dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti misalnya negara-negara di mana cabang-cabang coca-cola berada dan materialitas masing-masing cabang dari prespektif perusahaan secara keseluruhan. Tantangan utama bagi pengauditan di luar negeri adalah jarak. Operasi yang jauh dan terpencil tidak teraudit sesering dan sesmpurna operasi di dalam negeri. Sering juga tidak dapat dilakukan kunjungan pra-audit dan pasca-audit, sehingga komunikasi harus dilakukan melalui telepon, e-mail, fax, atau surat. JIka terjadi problem pasca-auditm tentu tidak mungkin untuk menyelesaikan dengan cepat.

8.2.6  Ketersediaan Auditor

            Jumlah akuntan yang tersedia juga ditentukan oleh adanya persyaratan untuk memasuki profesi tersebut, seperti misalnya persyaratan pendidikan dan ujian yang ketat. Penting unutk diperhatikan bahwa negara-negara dengan pasar modal yang baru muncul seperti Indonesia, India dan Meksiko mempunyai akuntan per kapita yang jauh lebih kecil disbanding dengan negara-negara dengan hukum kode (code law) mempunyai akuntan per kapita yang relatif lebih kecil disbanding negara-negara hukum umu (common law).

8.2.7 Perbedaan dalam Pelatihan dan Praktik Auditor

            Pelatihan calon professional audit juga sangat bervariasi untuk masing-masing negara. Di sejumlah negara seperti AS, pendidikan akuntansi dilaksanakan sampai kejenjang perguruan tinggi pada tingkat bachelor, master, bahkan doctoral. Terdapat 3 model pendidikan akuntansi yang berbeda yang mengarah pada sertifikasi, yaitu :

  1. Pendekatan pemagangan, yang didasarkan atas pengalaman Inggris, yang tidak mensyaratkan pendidikan akuntansi di universitas.
  2. Model berbasis universitas untuk sertifikasi, serupa dengan pendekatan yang digunakan di AS dan Jerman.
  3. Model dua jalur, terdapat di Belanda dan Prancis, yang mengijinkan kedua pendekatan di atas.

Pada model pemagangan, bahkan sampai dengan beberapa tahun setelah studi, staf yang mempunyai pengalaman signifikan belum dapat dianggap cakap (qualified), dalam artian professional. Calon akuntan harus menduduki staf terlebih dahulu selama bertahun-tahun. Pada model universitas, staff mungkin cakap tetapi belum cakap berpengalaman.

Referensi :
Buku : Sunardi dan Danang Sunyoto.2011.Akuntansi Internasional.Amara Book, Yogyakarta

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: